Desain Interior, Kontraktor & Furniture Jember
Hubungi kami: +62 -822 3644 4481 atau +62-812 3320 1275
18th Aug 2017 | by: admin

Cara Kerja Reefer Container
Pada prinsipnya reefer container atau container berpendingin bekerja untuk menjaga kesegaran produk yang diangkut. Pada saat reefer container akan digunakan maka ruangan pendingin dikondisikan dengan mengatur suhunya (setting temperature) sesuai dengan persyaratan suhu yang dibutuhkan oleh komoditas yang akan diangkut. Kemudian, komoditas muatan tersebut
dipindahkan ke dalam ruang pendingin reefer container dalam keadaan persyaratan temperatur yang telah tercapai, selanjutnya reefer container ditutup rapat agar kondisi temperatur yang telah diatur sebelumnya tetap terjaga.

 

 

Sirkulasi udara di dalam kontainer sangat penting dalam menjaga suhu. Udara dari luar masuk ke dalam container melalui lubang ventilasi. Pada reefer container terdapat sensor flow rate yang jumlahnya akan tertera pada panel monitor. Jumlah flow rate yang masuk dipengaruhi oleh 10 bukan ventilasi. Udara masuk didinginkan dengan melalui kumparan evaporator di dalam unit mesin pendingin kontainer tersebut. Udara yang telah dingin kemudian mengalir melalui kisi kisi yang ada di bagian bawah kontainer. Kemudian udara dingin mengalir melalui muatan hingga pada akhirnya sampai pada bagian atas kontainer.
Bentuk paling umum dari lantai kontainer adalah T-bar (Tfloor).

 

 

Pada reefer container, panas yang ditimbulkan tidak hanya berasal dari luar, tetapi panas yang ditimbulkan dapat berasal juga dari kargo/muatan yang diangkut. Untuk reefer container yang mengangkut buah dan sayur tentu dibutuhkan adanya sirkulasi udara. Hal ini dikarenakan untuk muatan seperti buah dan sayuran dapat menghasilkan panas saat respirasi. Panas ini tentu harus dihilangkan karena bisa merusak muatan.
b. Metode Penempatan Kontainer
Pada umumnya ada 2 metode penempatan untuk muatan yang mudah membusuk seperti buah dan sayuran, yaitu :
1. Block Stowage

 

 

2. Palletized Cargo Stowed
Tipe palletized cargo stowage adalah tipe penempatan kargo dengan menggunakan keranjang atau box pallet. Sudut box harus selaras dengan sudut pallet untuk memastikan keseimbangan berat muatan. Lubang pada pallet ini akan memastikan udara bisa mengalir melalui muatan. Pada
umumnya muatan seperti buah dan sayuran memakai tipe palletized cargo. Untuk penyusunan muatan pada palletized cargo dapat dilihat pada gambar berikut :

 

 

Bila menggunakan penyimpanan pallet, disarankan agar kargo terakhir dimuat ke dalam container harus ditumpuk, untuk mendorong aliran udara melalui kargo dan mencegah udara keluar melalui ruang terbuka di sekitar karton. Apabila muatan tidak sepenuhnya menutup T-floor sebaiknya dipasang filler atau kayu pada bagian bawah. Skema sirkulasi udara pada reefer container dapat dilihat pada gambar berikut :
c. Ukuran Reefer Container
Dimensi reefer container yang umum digunakan pada transportasi muatan adalah sebagai     berikut :

 


II.1.3. Peralatan khusus penunjang reefer container
Pada kapal pengangkut reefer container diperlukan beberapa peralatan khusus untuk menunjang operasional reefer
container diantaranya :
1. Sebuah sistem pendingin muatan Pada sistem pendingin kargo biasanya menggunakan sebuah kompresor dengan gas pendingin refrigeran, berupa freon. Freon dingin sebagai refrigeran utama tersebut mendinginkan refrigeran sekunder (brine / air garam). Air garam itulah yang bersirkulasi menuju seluruh ruangan muatan dan melalui koil pendingin (evaporator) yang dipasang di bawah fan. Aliran udara dari fan kemudian akan mendinginkan kargo di dalam reefer container ;

2. Sistem kontrol yang efektif untuk dapat memenuhi persyaratan temperatur muatan;
3. Kapasitas generator set harus mampu memenuhi kebutuhan daya yang diperlukan oleh peralatan di unit mesin pendingin
4. Peralatan pemantauan khusus (baik secara manual ataupun komputerisasi) untuk memantau muatan dan peralatan secara aman;
5. Sistem kontrol ventilasi yang efektif. Tingkat kelembaban udara di dalam ruang kargo perlu dipertahankan.
6. Persyaratan tambahan untuk pompa bilga; Setelah proses loading muatan, karena penurunan suhu yang cepat maka akan menyebabkan terjadinya kondensasi, dan dapat menyebabkan akumulasi air kondensasi yang berlebih, sehingga perlu dikontrol dengan pompa bilga;
7. Sebuah kapal pengangkut reefer container yang modern juga dilengkapi dengan inert gas generator dan system penunjangnya. Sehingga proses pendinginan dan control atmosfer dapat diaplikasikan pada muatan secara tepat.

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>