Desain Interior, Kontraktor & Furniture Jember
Hubungi kami: +62 -822 3644 4481 atau +62-812 3320 1275
16th Aug 2017 | by: admin

Dahulu cermin cuma digunakan sebagai elemen pelengkap disaat merias diri. Penerapannya dibingkai lalu digantung di dinding. Saat ini cermin pada interior ruangan lebih banyak dipakai guna merubah kesan sebuah ruang. Ruang yang tadinya sempit pun akan tampak lebih luas dengan adanya unsur cermin.

 

Penerapan cermin dipasang di bidang dinding yang cukup luas. Misalnya dipasang menerus dari lantai hingga plafon. Pengerjaan pemasangan tidaklah rumit. Cuma saja, cermin rapuh dan mudah pecah ini membutuhkan keahlian serta kehatian-hatian yang ekstra. Supaya maksimal, maka ada 7 hal yang perlu Anda perhatikan

1.  Mempertimbangkan Desain  Awal

Segera lakukan perencanaan desain sedari awal, sebab ini akan berpengaruh pd jenis cermin serta teknik pemasangannya. Tentukanlah letak cermin, dapat pada 1 bidang dinding secara penuh ataupun hanya sebagian. Cermin yang dirapkan pada satu sudut ruang seukuran pintu juga dapat memberikan kesan ada ruang di balik dinding tersebut. Ketentuannya letakkan furnitur saling bersebelahan dengan dinding kaca tersebut agar kesan ilusi tercipta dengan sempurna dengan menggunakan cermin untuk interior ini.

Permukaan cermin yang cukup lebar juga dapat dimodifikasi bersama potongan-potongan cermin atau menyusun bak puzzle  sehingga dapat menutupi seluruh permukaan dinding. Bisa dapat dipadukan bersama material lainnya sesuai dengan desain yang diinginkan. Anda tentukan juga apakah cermin akan menggunakan bingkai atau tidak. Karena ini akan mempengaruhi cara pemasangan serta ketebalan cermin yang akan diperlukan

2.  Pengukuran lapangan yang akurat

Ukurlah ruangan dengan cermat  terutama bidang dinding yang akan kita pasangi cermin. Kalau desain nantinya akan menerapkan potongan cermin sebagai pelapis dinding, maka janganlah lupa catat pula ukuran tiap potongan cerminnya. Pastikan juga jika memotong cermin tersebut telah tersusun berada di bidang dinding. Ketelitian dalam pengukuran tersebut digunakan pula sebagai pedoman pada saat memesan cermin ke pasaran..

3.  Pemilihan jenis cermin yg tepat

 Terdapat dua jenis cermin yang dapat digunakan untuk desan interior. Jika Anda ingin memberikan efek luas untuk ruangan gunakanlah cermin biasa dengan pantulan yang sempurna. Jika Anda ingin suasana ruang agar lebih elegan atau cozy maka gunakan bronze mirror . Cermin dengan efek perunggu seperti ini biasanya dipadukan dengan pencahayaan hangat.

4.  Memperhatikan Ketebalan Cermin

 Desain cermin yg akan dipasang nantinya berpengaruh pada ketebalan si-cermin tersebut. Anda gunakan cermin dengan ketebalan 5mm untuk model tanpa pigura (frameless)  pada bidang luas. Jangan gunakan cermin dengan ketebalan di bawah itu, sebab cermin akan terlihat melendut serta menghasilkan bayangan distorris terhadap ruangan. Sedangkan bila Anda akan menerapkan desain cermin menggunakan pigura di disetiap pinggirnya, maka cukup gunakan cermin dengan tebal 3mm. Sebab pigura atau bingkai akan ikut menahan posisi si-cermin.

Jika Anda ingin menggunakan potongan-potongan cermin yang telah disusun berbentuk puzzle maka cukup yang memiliki ketebalan 3mm, ini untuk ukuran kurang lebih 30cmx30cm. Gunakanlah ketebalan yang sama jika Anda menggunakan potongan cermin ukuran kecil-kecil yg disusun pd suatu bidang dinding, supaya tampilan dinding akan rata

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>